Selasa, 26 April 2016

PLOTING DATA GRACE DENGAN GMT

Langkah-langkah ploting ploting data GRACE dengan GMT
1.      Membuka software Notepad
2.      Melakukan koding seperti berikut
>>  gmt
Digunakan untuk membuka software GMT
>> surface GWH-2_2015032-2015059_0028_GRGS_0080_03v1.txt -R0.5/359.5/-89.5/89.5 -I1/1 -Gdataberat.nc
-          Surface digunakan untuk mengkonversi dari format txt kedalam format grid .nc
-          GWH-2_2015032-2015059_0028_GRGS_0080_03v1.txt merupakan data input
-          -R digunakan untuk menentukan region data yang akan diplot dengan format –Rxmin/xmax/ymin/ymax
-          -G untuk menentukan nama dan jenis format data grid output format –Gdataoutput

>> makecpt -Chaxby -T-50/50/5 > warnaberat.cpt
-          Makecpt digunakan untuk membuat color pallete dari data grid
-          -T digunakan untuk membatasi  skala dari warna tersebut format –Tskalamin/skalamax/increment
-          > menunjukkan output
-          warnaberat.cpt merupakan color pallete

>> grdview databerat.nc -R0.5/359.5/-89.5/89.5 -JX7id/4id -Bx30 -By30 -Cwarnaberat.cpt -Qs -K -X2i -Y2i > plotingberat.ps
-          grdview digunakan untuk plotting data grid
-          -R digunakan untuk menentukan region data yang akan diplot dengan format –Rxmin/xmax/ymin/ymax
-          -J digunakan untuk mendefinikan proyeksi yang digunakan, X menunjukkan linear
-          -B digunakan menentukan interval tampilan grid dimana pada tugas ini digunakan interval tiap 30o sehingga -Bx30 -By30
-          -C digunakan untuk memanggil color pallete yang telah dibuat sebelumnya
-          -Qs digunakan untuk interpolasi data grid
-          -K menunjukkan kode belum selesai dan dilanjutkan pada baris selanjutnya
-          -X dan –Y digunkan untuk menaikkan posisi gambar 2 centimeter agar tepat ditengah saat diplot

>> pscoast -R0.5/359.5/-89.5/89.5 -JX -Bg -B+t"Gravity Field 03/05" -W0.5 -O -K --FONT_TITLE=15p >> plotingberat.ps
-          Pscoast digunakan untuk mengplot garis pantai
-          -R digunakan untuk menentukan region data yang akan diplot dengan format –Rxmin/xmax/ymin/ymax
-          -J digunakan untuk mendefinikan proyeksi yang digunakan, X menunjukkan linear
-          -B+t"Gravity Field 03/05" digunkan untuk menampilkan judul plotting
-          -W digunakan untuk menetukan ketebalan garis pantai dimana formatnya –Wketebalan
-          -O digunakan untuk overlay terhadap plotting pada kode sebelumnya
-          --FONT_TITLE=15p digunakan untuk merubaha ukuran huruf pada judul
-          >>  menujukkan file output
-          plotingberat.ps merupakan file output

>> psscale -Dx0c/0c+w7i/0.25+h -Cwarnaberat.cpt -B+l"Equivalent Water Height (centimeter)"  -I -O -Y-0.5i --FONT_LABEL=11p >> plotingberat.ps
-          psscale untuk mebuat scalebar
-          -D digunakan untuk menenutkan posisi dan ukuran scale bare formatnya –Dxposisi/Yposisi/+wpanjang/tinggi+h +h menunjukkan bahwa scale bar ditampilkan dalam posisi horizontal
-          -C digunakan untuk memanggil color pallete yang telah dibuat sebelumnya
-          -B+l"Equivalent Water Height (centimeter)" digunakan untuk menampilkan label pada scalebar
-O digunakan untuk overlay terhadap plotting pada kode sebelumnya
-Y merubah posisi Y dari scalebar -Y-0.5i mengubah posisi Y 0.5 inci kebawah
- --FONT_LABEL=11p digunakan untuk merubaha ukuran huruf pada label
-          >>  menujukkan file output
-          plotingberat.ps merupakan file output

>> ps2raster plotingberat.ps -A -P –Tg
-          ps2raster digunakan untuk mengkonvert dari *.ps menjadi data raster
-          plotingberat.ps file input
-          -A -P –Tg digunakan agar file output berupa data *.png
3.      Save file Txt dengan format *.bat

4.      Run file *.bat tersebut 

Hasil Plotting

1 komentar:

Silahkan Tinggalkan Jejak